Siswa Pingsan, SMAN 1 Muara Beliti Capai Skor Tertinggi - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » Siswa Pingsan, SMAN 1 Muara Beliti Capai Skor Tertinggi

Siswa Pingsan, SMAN 1 Muara Beliti Capai Skor Tertinggi

Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Rabu, 29 Oktober 2014 | 05.22


KAYU ARA – Datang sejak pagi, namun harus tampil di sesi akhir tidak membuat tim dari SMA Negeri 1 Muara Beliti gentar. Justru hal ini membuat tim diketuai Yeni Anggraini mampu memompa semangat lebih besar.

Bahkan, ujian salah seorang anggotanya sempat pingsan pada Upacara Sumpah Pemuda ke-86 justru membuahkan hasil maksimal.

Kepala SMA Negeri 1 Muara Beliti, Yasbudaya melalui Guru Pendamping, Erni saat dibincangi Linggau Pos, Selasa (28/10) mengaku sangat bersyukur.

“Benar tadi pagi (kemarin,red) ada siswa yang pingsan. Alhamdulillah, sekarang sudah membaik dan ikut lomba. Sebenarnya kalau dari kesiapan kami sangat yakin sama anak-anak, mereka antusias ikut LCCP. Meski hanya mengirim 1 tim, tapi kami akan berusaha lebih giat agar sukses di semifinal hingga bisa goal ke final,” tutur Erni.

Wajahnya yang semringah menunjukkan betapa bahagianya, ia kembali ke sekolah membawa kabar gembira itu.

“Yang pasti, belajar lebih intens lagi. Karena persaingan sangat ketat. Kami akan terus berusaha dan berdoa,” imbuhnya.

Tim ini berhasil mengumpulkan skor sempurna pada sesi pertanyaan pertama. Namun, pada babak rebutan, sempat salah satu kali. Sehingga hanya mengumpulkan poin 800. Nilai ini tertinggi, sepanjang babak penyisihan berlangsung kemarin (28/10). Sebagai apresiasi panitia atas pencapaian itu, tim ini mendapatkan doorprize khusus.

Selain penampilan tim SMA Negeri 1 Muara Beliti, penampilan tim SMK Negeri 2 Pertanian cukup menjadi perhatian. Pada LCCP 2014 (penyisihan 1), tim ini bersaing sengit dengan Tim SMA Negeri Bingin Teluk, SMA Negeri Karya Sakti dan SMK PGRI 1 Lubuklinggau.

Meski menang tipis itu bisa menjadi tiket bagi tim diketuai Jenika melenggang ke babak semifinal 30 Oktober nanti.

“Iya, saya sudah dapat laporan dari guru pendamping. Tahun ini persaingannya sangat ketat. Otomatis kami harus lebih semangat lagi. Semoga target kami tercapai,” tutur Kepala SMK Negeri Pertanian, Yusef Mubarok saat dikonfirmasi tadi malam (28/10).

Ia berharap siswa-siswi yang telah dipercaya untuk mewakili SMK Negeri Pertanian bisa lebih percaya diri. Pasalnya, jika sudah semangat dan Pede (percaya diri), akan menjadi bekal tersendiri untuk menang.

Kabar gembira juga dirasakan keluarga besar Yayasan Budi Utomo Lubuklinggau. Sekolah yang tahun lalu juara III LCCP berhasil lolos ke semifinal.

“Alhamdulillah Tim A SMA Boedoet dan SMK Boedoet masuk semifinal semua. Ini berkah luar biasa. Saya sangat bahagia,” kata Ketua Yayasan Budi Utomo, Elven Asmar usai menyaksikan secara langsung peserta didiknya berkompetisi.

Ia berterima kasih kepada pembimbing, orang tua dan peserta didik yang sudah bekerja keras. Untuk unggul di semifinal, ia berharap giatkan simulasinya.

Cerita lain dari LCCP ini adalah keberhasilan pendatang baru, SMK Muhammadiyah Lubuklinggau. Tim yang bertemu dengan SMA Negeri Rupit, SMK Negeri 1 Lubuklinggau dan SMA Negeri 5 Lubuklinggau dalam babak penyisihan ini berhasil meraih skor tertinggi.

Kepala SMK Muhammadiyah, Jumarno mengatakan prestasi membuatnya semakin optimis. Ia berharap peserta didiknya tidak lantas berpuas diri.

“Ini langsung breafing dan lanjut simulasi lebih intens,” jelasnya lagi.



* Kesehatan Buruk Picu Siswa Tidak Tampil Maksimal

    Selain kabar gembira tadi, kabar duka justru menyelimuti tim A SMA Negeri Muara Kulam. Mereka harus rela kalah pada babak penyisihan kemarin (28/10). Tim yang sempat meraih Juara II LCCP 2013 lalu ini harus tergeser oleh tim A MAN 1 Lubuklinggau.

    Meski demikian, Kepala SMA Muara Kulam, M Ali Gunawan menegaskan, pihaknya tetap optimis untuk melanjutkan pertandingan pada hari ini, Rabu (29/10).

    "Siswa-siswi kami tampil kurang maksimal karena kondisi kesehatannya, karena untuk menuju ke Kota Lubuklinggau banyak siswa-siswi yang mabuk dan demam ketika di perjalanan, namun saya memaklumi karena ini merupakan pertandingan persaudaraan antar sekolah," kata Gunawan.

    Ali menjelaskan selain itu juga siswa-siswinya merasa grogi dengan peserta yang lain, sehingga banyak yang mengalami tekanan dalam mengikuti proses lomba.

    "Kami ada tim B akan tampil besok (hari ini), semoga bisa menang. Jika tidak juga tidak apa-apa karena kami ingin mendapatkan pengalaman dari mengikuti kegiatan seperti ini," katanya. (05/08)


Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design